Infonews9, Setelah laporan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh MMA (pebisnis dan Owner dari salah satu perusahaan e-Commerce ternama di Indonesia) naik ke tingkat penyidikan, Satu keluarga yang menjadi korban penyekapan, pengeroyokan dan perampasan bersama kuasa hukumnya akan meminta perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi Dan Korban.

“Perkara naik ke penyidikan berarti sudah ada minimal 2 (dua) alat bukti, oleh karena itu Korban bersama kami kuasa hukum ingin meminta perlindungan kepada Lembaga Perlidungan Saksi dan Korban. Kamis 5 maret 2020 jam 14.00 WIB”

Hal ini sangat wajar karena selama ini korban dan keluarganya merasa terancam, Apalagi setalah korban memberanikan diri untuk melaporkan masalah ini ke polisi. Resiko ancaman itu semakin besar, mengingat Terlapor ini adalah orang “Besar” dan diduga melibatkan oknum-oknum penegak hukum, sementara korban hanya rakyat biasa.

Tidak boleh ada yang kebal hukum di negeri ini, setiap orang yang melanggar hukum harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum. Jangan sampai ada warga Negara yang merasa kebal hukum karena punya uang dan dekat dengan oknum-oknum penegak hukum sehingga dengan gampangnya main hakim sendiri. Semua orang harus sama dimata hukum.

Menurutnya lagi, bahwa laporan korban untuk meminta perlindungan dari LPSK sudah diterima oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban, dan langkah awal yang akan dilakukan oleh LPSK adalah Assessment psikologis dan assessment medis, karna masih ada bekas luka pada korban, mereka akan mengecek kondisi kejiwaan para korban, yang mana didalam rumah korban tersebut hampir rata-rata diisi oleh anak dibawah umur.

Dan terkait mengenai penggelapan yang menurut terlapor dilakukan oleh korban kekerasan tersebut, menurut tim kuasa hukum korban, bahwa hal tersebut harus dibuktikan, karena korban hanyalah seorang pekerja di perusahaan tersebut, bukan sebagai owner.

Sumber : DNT Lawyers

Red

Bagikan

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.